investigasi.co

Tercepat Mengabarkan

Wajo Miliki Perda Tuberkulosis

WAJO, INVESTIGASI.CO – Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya Peraturan Daerah (Perda) terkait Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Wajo di Sahkan melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Wajo.

Penetapan Perda tentang Tuberkulosis tersebut memuat berbagai langkah dan pedoman dalam menanggulangi penyakit menular tersebut.

Selain Perda Tuberkulosis disahkan, perda lainya tentang perubahan atas Perda Kabupaten Wajo nomor 39 tahun 2011 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Andi Maddukkelleng Oddang menyebutkan tujuan utama dari perubahan UU Nomor 24 tahun 2013 untuk lebih meningkatkan efektifitas pelayanan administrasi kependudukan nomor induk kependudukan (NIK)
ketunggalan dokumen kependudukan.

“perubahan dasar di UU tersebut meliputi, masa berlaku KTP Eletronik(KTP-e) yang semula lima tahun diubah menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen dalam KTP. Selain itu, KTP-e yang sudah diterbitkan sebelumnya ditetapkan berlaku seumur hidup.

Sementara untuk Perda Tuberkulosis, Plt. Sekda wajo yang juga Asisten I Setda Wajo ini menjelaskan, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan lingkungan yang sehat maka masalah penanggulangan penyakit menular khususnya penyakit Tuberkulosis (TB) menjadi masalah yang urgen.

Dikatakan, Pemkab Wajo dalam membentuk Ranperda tentang penanggulangan penyakit menular TB bertujuan untuk memastikan bahwa aparatur siil negara (ASN) yang berada dalam jajaran kesehatan dapat memahami hak dan kewajiban dalam rangka melakukan tindakan pengelolaan sektor kesehatan di Wajo.

Sementara Hj, Husniati yang juga ketua Komisi IV merasa bahagia. Pasalnya setelah melalui proses panjang yang cukup panjang, akhirnya gagasanya itu sudah dibuatkan Perda dan sudah disahkan.

Dengan inisiatif DPRD Kabupaten Wajo dalam membentuk Perda tentang penanggulangan penyakit menular Tuberkolusis, kata dia, pada dasarnya merupakan implementasi dari peranan DPRD sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan daerah dan sebagai bagian dari unsur negara.

“Kita semua berharap bahwa apa yang telah disepakati hari ini dapat dilaksankan secara maksimal oleh masing-masing instansi pelaksanaanya agar apa yang telah dicapai dengan kerja keras oleh semua pihak yang terlibat tidak sia-sia,” tandasnya.

Menurut Hj Husniati, Hal tersebut sangat penting kata dia karena menjadi landasan hukum dalam upaya memberantas penyakit TB “Kami bangga dengan adanya Perda ini karena menjadi payung hukum bagi kami dalam upaya memberantas penyakit TB secara berkesinambungan” katanya.

Perda TB ini lanjut Hj Husniati menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah daerah selalu eksekutif dan DPRD sebagai legislatif dalam upaya mendukung berbagai program memberantas penyakit TB tersebut. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *