investigasi.co

Tercepat Mengabarkan

Unik, Pakaian Adat Warnai Upacara di Rutan Wajo

WAJO, INVESTIGASI.CO – Ada suasan baru di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Wajo. Seluruh personil Rutan mengenakan pakaian adat sulsel saat upacara memperingati Hari Dharma Karya Dhika Ke-72.

Pidato seragam Kepala Kementrian Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang dibacakan oleh Kepala Rutan Klas IIB Wajo, Andi Anjar SH menyebut tujuan diperingati Hari Dharma Karyadhika setiap tahunya agar lisensi dan kinerja pada instansi pemasyarakatan tetap terjaga.

Tahun 2016 lalu, logo Hari Dharma Karya Dhika yang merupakan lambang hewan lebah yaitu uuntuk mencerminkan kecerdasan dalam menyelesaikan masalah secara bersama, teratur dan terencana dalam mencapai satu tujuan bersama.

Dan untuk tahun 2017 saat ini lambang Hari Dharma Karyadhika merupakan lambang kepala Kuda yang artinya kerjasma pasti melayani, artinya tata nilai pasti, profesional, akuntabel, transparan dan inovatif ada dasar makna hingga memilih makna tersebut ada yaitu semangat jiwa kuda yang kerja keras secara cepat mempunyai ketahanan yang luar biasa.

Untuk itu, Kemenkum HAM mengharapkan agar seluruh jajaran kementerian hukum dan ham mampu bekerja keras ,tangkas dan berjiwa ksatria untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Anjar Menambahkan bahwa pakaian adat ini sengaja jajaran Kemenkumham mengenakannya. Itu berarti memperlihatkan kecintaan Kementrian Hukum terhadap Adat masing-masing daerah.

Anjar juga menghimbau agar para napi, tahanan dan para pegawai rutan tetap menjaga silaturahim. Karena tanpa adanya kebersamaan Lanjut Anjar, Rutan atau lapas akan terjadi gesekan. “Saya imbau kepada seluruh Napi dan Pegawai Rutan agar tetap menjalinSilahturrahim, agar tidak terjadi hal-hal yang diingingkan Kementrian Hukum dan HAM,” Imbuhnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *