Tersangka MAN IC di Tangkap di Bandara Makassar

MAKASSAR, Investigasi.co – Anggota Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel berhasil menangkap salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Bandara Internasional Hasanuddin, Senin (14/1).

Tersangka yang diketahui Direktur PT Insani Peraada, Hendrik Wijaya diciduk di area keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin saat hendak menuju Jakarta.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, tersangka dugaan kasus korupsi pada pekerjaan pembangunan ruang kelas belajar (RKB) asrama putra dan putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama, Provinsi Sulsel, Kabupaten Gowa itu diamankan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak Avsec Bandara Sulhas.

“Ia, tersangka diamankan diarea keberangkatan lantai 1 Bandara setelah anggota meminta bantuan oleh salah satau petugas Avsec untuk mencari keberadaan tersangka,” ungkap Dicky.

Dicky menambahkan, tersangka Hendrik rencananya berangkat menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan (Nopen) JT897. “Anggota meminta petugas Avsec ke lobby keberangkatan untuk memantau keberadaan tersangka Hendrik Wijaya didampingi Polsek Bandara dan Avsec (Walking Patrol) bersama Pamtup,” jelasnya.

Usai tertangkap, anggota kemudian mengamankan tersangka. “Tersangka Wijaya masuk melalui pintu cek in dan di jemput oleh perwakilan Polda dan Polsek lalu dibawa ke Mapolda Sulsel untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan tiga orang tersangka yakni Direktur PT Syafitri Perdana Konsultan, Limuddin Anshar, Direktur PT Cahaya Insani Persada, Hendrik Wijaya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andi Muh. Zainul Yasni.

Seperti diketahui, proyek pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) dibangun di atas lahan Desa Belapunranga, Parangloe, Gowa, Sulsel. Proyek di Desa Belapunraga, Kabupaten Gowa, ini menggunakan dana APBN 2015 sebesar Rp8.230.000.000 yang dikucurkan melalui Kementerian Agama.

Dalam pembangunan tersebut, tim penyidik Polda Sulsel memperoleh nilai kerugian negara dari BPKP Sulsel adalah senilai Rp 7 miliar dari anggaran pembangunan sebesar Rp 8,23 miliar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *