Tak Punya Biaya Pengobatan, Korban Kecelakaan Ini Hidup Dengan Luka Membusuk

Banner Gubernur

SIDRAP, Investigasi.co – Sungguh malang nasib Astirang. Pemuda berusia 18 tahun ini seolah-olah diasingkan ke bangunan bekas kantor koperasi di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Sejak 1 tahun terakhir, Astirang hidup dengan luka membusuk. Separuh badanya pun sudah tidak bisa bergerak, akibat luka patah tulang pada bagian pinggang. Hingga kini, remaja kelahiran Mambi, Polmas itu hanya terbaring lemah dengan kondisi sebagian anggota tubuh bergerak yakni pusar sampai kepala. Sementara pada bagian pusar kr bawah sudah tidak berpungsi.

Keluarga Astirang yakni Kulle menceritakan kejadian menimpa iparnya itu berawal saat dirinya (Kulle-red) bersama tiga orang rekanya termasuk Korban (Astirang-red) perjalanan pulang dari angkat gabah di Barru. “saat itu, tempat kami bekerja (Pertani-red) tidak ada kegiatan. Sehingga, kami mencari kerja sampingan dalam hal mengangkat gabah ke atas mobil,”kata Kulle menjelaskan.

Namun, saat menuju pulang ke Pertani dan melintas di Desa Lainungan Kabupaten sidrap, mobil truk bermuatan gabah yang ditumpangi ketiga korban mengalami kecelakaan. Sehingga mobil terbalik dan menimpa ketiga korban.

“saat terbalik mobil, kami bertiga tertimpa gabah. Namun korban (Astirang-red) terlambat di evakuasi dari reruntuhan gabah. Sehingga tubuh astirang mengalami patah tulang,”Kata Kulle lagi sambil mengusap kepala iparnya.

Lebih lanjut Kulle menceritakan, Astirang sempat di larikan ke rumah sakit setempat. Namun, pihak rumah sakit tidak mampu fan akan merujuk Astirang ke Rs Makassar untuk dioperasi. Namun, karena terkenadala biaya, sehingga keluarga memutuskan untuk merawat Astirang di Gubuknya.

“kami tidak punya biaya pak. Itu pun saat kami kembali ditempat tinggal kami di Pertani malah kami di usir. Karena luka yang dialami Aatirang sudah membusuk dan penuh belatung dan mengeluarkan bau tak sedap,”Sedih Kulle. (nar)

Simak videonya

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *