Sarang Walet di Ekspor ke Tiongkok Capai USD40,43 juta

Badan Karantina Pertanian melepas 464,5 kg sarang walet ke Tiongkok, Jumat 6 Oktober 2017.

Tangerang, Investigasi.co – Nilai ekspor sarang walet asal Indonesia ke Tiongkok mencapi USD40,43 juta. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya senilai USD14,99 juta.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayat Hewani Kementerian Pertanian (Kementan), Mulyanto, di Cargo Gapura, Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Jumat 6 Oktober 201 mengaku sebanyak 464,5 kilogram (kg) sarang walet asal Sumatera Selatan (Sumsel) diekspor ke Tiongkok. “Untuk yang ini saja nilainya mencapai Rp13 miliar,”Kata dia.

Mulyanto menjelaskan, sebelum dieskpor ke negara tujuan, pihaknya memastikan telah melakukan serangkaian pemeriksaan sehingga dinyatakan aman dan terbebas dari bahaya virus maupun penyakit.

“Peluang pasar yang besar ini disambut oleh Pemerintah Indonesia. Badan Karantina Pertanian menjadi institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari avian influenza atau flu burung dan penyakit unggas lainnya,” kata dia.

Adapun 464,5 kg sarang walet tersebut didapat dari 31 rumah walet teregisterasi yang ada di provinsi tersebut. “Sarang-sarang walet ini diekspor oleh PT Tong Heng Investment Indonesia. Ini adalah perusahaan ke-8 yang mampu menembus pasar sarang walet di Tiongkok,” ucapnya.

Diutarakan Mulyanto, Tiongkok merupakan negara dengan konsumsi sarang walet terbesar di dunia. “Di Tiongkok itu sarang walet menjadi komoditi bergengsi, terutama saat hari raya Imlek dan tahun baru Masehi,” katanya.

Dia merincikan, terhitung sejak Juli 2017 saja sebanyak 72,31 persen kebutuhan sarang walet Tiongkok di impor dari Indonesia. Kemudian Malaysia (18,85 persen dan sisanya dari Brasil, Taiwan, dan Australia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *