Pilkades Jadi Ajang Perjudian di Malang, 11 Orang di Tangkap Tim Satgas Saber

MALANG, Investigasi.co – Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Polres Malang menangkap 11 orang warga Kabupaten Malang. Mereka di tangkap lantaran mereka menjadikan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sebagai ajang perjuadian. Para pelaku judi botoh ini ditangkap tersebar dalam tiga wilayah kecamatan.

“Ada 11 orang dari tiga Kecamatan yaitu Sumberpucung, Wagir dan Tumpang. Mereka saat ini kami amankan,” ungkap Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (2/7).

Tiga orang pelaku diamankan dari wilayah Kecamatan Wagir, enam orang dari wilayah Kecamatan Sumberpucung, dua orang pelaku dari Kecamatan Tumpang.

Mereka adalah Jumadi Alias Bodrek (Pandanrejo), Sugianto (Parangargo), Bani Talip (Sumbersuko), Jaimin (Senggreng), Sunardi (Ngebruk), Ahmat Wiyono alias Bagong (Senggreng), Arifin (Senggreng), Wariman Boy (Senggreng), Tiyono alias Glewo (Senggreng), Sukari dan Kardi. Satgas mengamankan barang bukti berupa uang tunai total Rp. 91,8 Juta.

“Kami masih akan terus mendalami kasusnya. Mereka mengaku pelaku baru,” katanya.

Pilkades Serentak Gelombang III di Kabupaten Malang digelar Minggu (30/6) di 269 Desa. Polres Malang bertanggung jawab untuk pelaksanaan Pilkades di 252 desa. Sedangkan 17 Pilkades di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon di bawah Polres Batu. Pilkades serentak diikuti 858 calon kepala desa (Cakades).

Pelaku judi botoh ini dijerat Pasal 303 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Perjudian. Pelaku diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Pelaku kami kenakan pasal 303 ayat 1 KUHP tentang perjudian dengan ancaman 10 tahun penjara,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *