Pabrik Kembang Api Terbakar, Karyawanya Ada Anak Dibawah Umur

Tangerang, Investigasi.co – Pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses yang terbakar itu, ternyata mempekerjakan anak dibawah umur.

Hal itu terungkap setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi dari insiden kebakaran maut di pabrik kembang api itu.

“Kami dapat keterangan dari beberapa saksi seperti Surnah (14) meninggal dunia, Wawan (17) dan Siti Fatimah (15),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/10).

Jasad Surnah dalam keadaan hangus terbakar berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri pada Jumat kemarin. Sementara dua lainnya berhasil selamat dari insiden mengerikan itu.

Nico menjelaskan PT. Panca Buana Cahaya Sukses telah beroperasi memproduksi kurang lebih dua bulan mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Sudah seharusnya kewajiban perusahaan untuk melakukan pengecekan identitas kepada para calon karyawannya.

“Melakukan pengecekan identitas terhadap para pekerja yaitu menyertakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Surat Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan lain,” ujar Nico.

Atas kejadian tersebut, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni, Indra Liyono selaku pemilik pabrik dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, Pasal 74 junto 183 UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

Sementara, dua tersangka lainnya Andry Hartanto sebagai Direktur Operasional dan Subarna Ega yang melakukan pekerjaan ngelas di pabrik dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 188 KUHP, tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

Polisi menduga penyebab awal kebakaran pabrik yang menewaskan 47 orang korban meninggal dan 46 korban luka-luka tersebut disebabkan oleh kelalain Subarna Ega dari percikan api pengelasan atap gedung bagian belakang.

Penulis : Indra
Editor : Wawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *