Motif Suami Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya di Aceh

Banner Gubernur

Lhokseumawe, Investigasi.co – Kasus pembunuhan satu keluarga di Aceh Utara Selasa (7/5/2019) Akhirnya terungkap. Motifnya, Tersangka Aidil Ginting (40) yang juga suami korban, Irawati (35) sengaja membunuh istrinya dan Dua anak tirinya, lantaran ingin menguasai harta korban.

Kedua anak tirinya yang ikut dibunuh yakni Zikra (14) dan bayi berusia 16 bulan. Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T. Herlambang, mengaku, motif pembunuhan tersebut murni persoalan ekonomi. Aidil yang bekerja sebagai buruh bangunan merupakan suami ketiga Irawati.

Sedangkan suami pertama korban yang sudah meninggal dunia dikenal cukup kaya dan meninggalkan rumahnya yang cukup besar untuk Irawati.

Indra menyebutkan, saat usia pernikahan AG dan Irawati hampir mencapai empat bulan, mulai terjadi keretakan rumah tangga mereka. Penyebabnya, kata dia, karena sang istri mulai meresahkan pendapatan tidak sesuai kebutuhan dari suami yang ketiga tersebut.

“Akhirnya hal itu mungkin membuat si suami (tersangka) itu sakit hati, namun di sisi lain si pelaku tersebut masih mengharapkan harta gono-gini dari istrinya,” ujar Indra, Kamis (9/5/2019).

Menurut Indra, Aidil menikah dengan Irawati karena mengharapkan adanya harta gono-gini ketika misalnya keduanya bercerai atau Irawati meninggal dunia.

“Awalnya tersangka sempat berbeda pendapat dengan keluarga korban terkait dengan tanda tangan harta gono-gini atau si istrinya memiliki harta sebelum menikah dengan tersangka, seperti rumah dan tanah, karena keluarganya tidak mau tanda tangan mengesahkan bahwa si suami (tersangka AG) ini berhak atas harta dimaksud,” kata Indra.

Artinya, kata Indra, keluarga Irawati menolak untuk menandatangani pengesahan harta gono-gini itu. Apalagi AG sempat mengancam keluarga korban, diperkirakan sekitar satu bulan lalu, agar mau menandatangani pengesahan bahwa harta itu berhak dia (AG) terima, sehingga terjadilah pembunuhan tersebut.

Atas perbuatannya itu, Aidil dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *