Maulid Nabi, Husler Ingatkan Jangan Sebatas Seremoni Semata

LUWU TIMUR, Investigasi.co – Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya jangan hanya sebatas seremonial belaka. Sejatinya, harus ada hikmah yang diambil dari perayaan Maulid Nabi sekaligus mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

“Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW agar dijadikan wahana silaturrahim, karena silaturahim dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah, toleransi, persatuan dan kesatuan dalam rangka mempererat persaudaraan baik intern umat maupun antarumat beragama,” Hal itu disampaikan Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler di Masjid Al Muttaqin, saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriyah, di Desa Maliwowo Kecamatan Angkona, Jumat (09/11/2018).

Menurut Thorig, peringatan Maulid secara rutin dilaksanakan setiap tahunya. Namun mungkin hanya sebatas peringatan semata. Kata dia, belum sepenuhnya mengikuti dan meneladani akhlak Nabi untuk kita pedomani dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara pembawa hikmah maulid, KH. Suardi Ismail mengatakan, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berarti mengenang kembali sejarah dan kisah-kisah teladan Nabi dalam menjalani hidup. Menurutnya, jika mengaku umat Nabi Muhammad SAW, maka akhlak atau teladan pada diri Rasulullah harus diamalkan.

“Contoh sederhana, bila bangun tidur apakah kita berdoa?? Atau mau masuk ke WC apakah kita berdoa??? Dan masih banyak lagi adab-adab yang diajarkan nabi. Semua yang dicontohkan Nabi, hendaknya kita amalkan kalau kita memang mengaku umatnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap kali peringati Maulid Nabi, harus dibarengi dengan introspeksi diri. Memperbaiki akhlak dan perilaku sesuai tuntunannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *