Konsultasi Perda Tenaga Kerja, DPRD Wajo Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas


INVESTIGASI.CO, WAJO – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo konsultasikan Perda tentang Pemberdayaan Tenaga Kerja di Kantor Kementrian Tenaga Kerja RI. Selain DPRD Wajo, Juga ada DPRD Kota Banjarmasin pihaknya juga konsultasikan halyang sama.

Kedatangan Pansus III DPRD wajo itu diterima langsung oleh Direktur pembinaan dan penempatan tenaga kerja dan PPK, Direktur PTKDN, Evi Trisiana, Biro Hukum Binapenta dan PPK Kementrian Tenaga Kerja.Ketua Pansus DPRD Wajo, A.D Mayang mengaku kedatanganya di kantor kementrian Tenaga Kerja RI untuk konsultasikan perda tenaga kerja.

Diperda ini mengatur tentang penyandang disabilitas. Perusahan dapat memprioritaskan para tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan sebagai karyawan. Begitupun dengan perusahaan harus mempekerjakan penyandang disabilitas yang telah diatur dalam UU no 8 thn 2016.

“Kami mau masyarakat kabupaten wajo tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan investasi, akan tetapi harus berperan juga sehingga kehidupan bisa lebih baik,” Ujar A.D Mayang melalui pesan Whatsaap.

Berdasarakan Pasal 53 (1) Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau
pekerja. (2) Perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% (satu persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Lebih Lanjut A.D Mayang mengatakan bahwa Hal yang sering menjadi sorotan adalah masih sedikitnya warga lokal yang ditempatkan di posisi-posisi strategis dalam perusahaan. salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menjawab masalah ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan sehingga mampu bersaing di posisi jabatan tertinggi di perusahaan.

Sementara, Kasubag Humas dan Protokoler DPRD Wajo, A.G Sam mengatakan tujuan disusun peraturan daerah itu untuk membuka kesempatan kerja yang seluas-luasnya kepada tenaga kerja lokal dengan memberi pembinaan dan pelatihan sehingga mereka dapat ditempatkan secara optimal di daerah mereka sendiri. (Ndy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *