Komplotan Pembobol Mesin ATM di RIngku, Modusnya Dicongkel Pahat

Jakarta, Investigasi.co – Tiga Pembobol Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di tangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ketiga pelaku berinisial DS (28), A (28) dan J (25). Kelompok pembobol mesin ATM itu berasal dari Lampung. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, bahwa ketiga pelaku berhasil membobol 9 mesin ATM menggunakan Pahat dan berhasil meraup uang hingga puluhan juta rupiah.

“Pada Juni ini kita dapat laporan ada perusakan (mesin) ATM di beberapa tempat di Jakarta. Perusakan dan uangnya berkurang, ada sekitar 9 tempat kejadian perkara di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (19/6).

Argo menjelaskan, Tersangka A dan J ditangkap polisi pada Senin (17/6) di rumah tersangka di daerah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Sedangkan DS ditangkap di rumahnya di Cikupa, Tangerang. Tersangka A dan J ternyata satu kampung dengan DS dan DS mengajak A dan J untuk ke Jakarta bekerja membobol mesin ATM.

Ketiga tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka J berperan mengendarai mobil yang disewa untuk berputar-putar mencari mesin ATM yang sepi.

DS dan A berperan sebagai eksekutor merusak mesin ATM dan mencuri uang di dalam mesin ATM itu. Para tersangka disebut Argo belajar secara otodidak dalam merusak mesin ATM tersebut.

“Modusnya dia pakai kartu ATM dimasukkan ke mesin ATM dan ngetik PIN seperti biasa. Kalau ATM (mengeluarkan uang) Rp 50 ribu, dia ambil uang Rp. 1.250.000. Kalau ATM isinya Rp 100 ribu, dia ambil Rp 2,5 juta,” kata Argo.

“Saat ngambil uang kan mesin menghitung tuh, nah saat mesin menghitung dia gunakan pahat untuk menghentikan mesin. Setelah mesin berhenti uang itu diambil pakai kawat dan keluarlah uang itu. Uang diambil dan kartu keluar tapi tetap saldo tidak berkurang. Nah karena dia berhasil dia lakukan di tempat ATM lain,” ungkap Argo.

Dari hasil perusakan 9 mesin ATM itu, para pelaku berhasil mencuri uang hingga sekitar Rp 20 juta. Meski kerap berhasil dalam aksinya, komplotan ini terekam kamera CCTV yang ada di sekitar mesin ATM dan memudahkan polisi menangkap komplotan itu.

“Jadi tersangka ini selalu pakai topi saat beraksi ngambil di dalam mesin ATM,” kata Argo.

Kepada polisi, para tersangka mengaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk keperluan sehari-hari. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *