Gaji Guru Honorer Minim, DPRD Wajo Angkat Bicara

SENGKANG – Anggota Komisi IV DPRD Wajo, Muhammad Ridwan Angka mengaku prihatin soal gaji guru honore di kabupaten wajo.

Saat ini, Muhammad Ridwan meminta pemerintah mengkaji kesejahteraan guru honorer. Hal ini sejalan visi misi Bupati Wajo peningkatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

“Insya Allah kami yang ada di komisi IV DPRD akan memberikan pengawalan dan pendampingan yang konstruktif dan konstitusional terhadap pencapaian visi misi Pak Bupati dengan kolaborasi dinas terkait untuk membuat program dan kegiatan yang bersentuhan dengan peningkatan kesejahteraan para guru,” ungkap Mantan Kepala Dinas Pendidikan Wajo dan Pangkep ini.

Diketahui beberapa guru honorer mengeluhkan pendapatannya. Diketahui, insentif dari dana bos dan dana gratis hanya Rp 150 sampai 400 perbulan. Dengan pembayaran per tiga bulan.

“Untuk beli sabun dalam satu bulan saja tak cukup,” kata salah satu guru honorer bernama Andi Tonrawali yang telah mengajar sekitar 15 tahun di berbagai sekolah dasar.

Andi Tonra selama ini hanya digaji Rp 250 sampai 300 ribu setiap bulan. Angka yang tentunya tak sepadan dengan perjuangan puluhan tahunnya mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa.

“Bicara gaji, ya tak ada apa-apanya segitu dalam sebulan. Tapi, bagi saya sendiri, menjadi guru telah menjadi panggilan,” ucap guru berusia 51 tahun ini.

Andi Tonra bukanlah satu-satunya guru honorer di Kabupaten Wajo. Masih ada ratusan lainnya yang juga telah puluhan tahun mengabdi sebagai guru honorer yang kerjanya juga full mengajar para siswa.

“Tapi ada harapan kita semua. Apalagi bagi para guru honorer yang tak bisa terserap di CPNS. Bisa P3K, semoga bisa diangkat dengan wacana ini yang telah disampaikan. Baik dari pemerintah pusat maupun daerah terkait honor setara UMK,” ujar Andi Tonra.

Penulis : Adhy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed