Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilwali Makassar, Ditreskrimsus Polda Sulsel Bakal Periksa Ketua dan Sekretaris KPU

MAKASSAR, Investigasi.co – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi termasuk dua komisioner KPU Makassar terkait dugaan korupsi dana hibah pada Pilwali Makassar 2018 senilai Rp60 miliar. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel terus melakukan pengembangan.

Hal itu disampaikan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Sutomo dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (6/11/2018). Sutomo mengatakan, usai diperiksa tiga saksi tersebut, Kini giliran Ketua KPU Makassar M Syarief Amier, dan sekretarisnya Sabri bakal ikut diperiksa. Tak hanya itu, peyidik juga akan memanggil Kasubag Keuangan dan bagian Logistik KPU Makassar.

“Tiga saksi sudah diperiksa, termasuk dua komisioner KPU Makassar. Berikutnya ketua dan sekretaris serta Kasubag Keuangan dan Logistik KPU Makassar. Semua pasti mengarah kesana, dan tentunya Ketua KPU akan dimintai keterangannya,” ungkap

Menurut Sutomo, dana hibah tersebut telah dicairkan dua kali, tahap pertama senilai Rp15 miliar dan tahap kedua senilai Rp45 miliar.

Kompol Sutomo juga membeberkan, bahwa tim penyidik telah melakukan pengumpulan dokumen yang disinyalir terjadi penyalagunaan dana hibah kepada KPU Makassar di Pilwali tahun 2018.

“Kami telah melakukan klarifikasi ke divisi hukum dan SDA, dan menemukan naskah jumlah keseluruhan
sebanyak Rp60 miliar yang diindikasikan adanya penyalagunaan,” bebernya.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel juga akan melakukan koordinasi dengan KPU pusat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mempermudah proses penyelidikan dalam kasus ini.

Diketahui, Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan dana hibah sebesar Rp60 miliar untuk empat pasangan calon pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2018. Namun kenyataannya, pada Pilwalkot Makassar, hanya satu pasangan calon sehingga melebihi anggaran yang telah disiapkan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *