investigasi.co

Tercepat Mengabarkan

Dua Pelaku Penyebar Hoax di Tangkap. Salah Satunya Mahasiswi

MAKASSAR, Investigasi.co – Dalam beberapa waktu terakhir ini, isu berita bohong (hoax) sudah menjadi hal yang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Seperti halnya di Kota Makassar dan sekitarnya. Sejumlah berita Hoax menyebar dengan cepat di media sosial menyebutkan bahwa terlah terjadi penculikan anak dan penjualan organ tubuh.

Dampaknya, seorang Mahasiswi bernama Nurmiaty yang beralamat di Jl. Tinumbu, Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, berhasil ditangkap berdasarkan laporan polisi Nomor: R/LI/1869/X/2018/Dittipidsiber 29 Oktober 2018.

Pelaku diduga menyebarkan berita hoax penculikan serta penjualan organ tubuh di pasar gelap melalui akun facebook Nrmyt Umi. Selain Nurmiaty, Polda Sulsel juga menangkap seorang lelaki bernama Usman. Usman di Tangkap di Jalan Borong Jambu Perumnas Antang, dengan barang hukti yang disita sebuah hp merek oppo, KTP, dan SIM.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dalam konferensi pers yang digelar di ruang Krimsus Polda Sulsel, Selasa (6/11/2018) mengaku keduanya dikenakan pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya dua tahun penjara.

“Kita sudah melakukan penangkapan terhadap saudari Nurmiaty yang memposting gambar-gambar cukup memyeramkan di medsos pada Rabu 21 Maret 2018. Pelaku ditangkap di Jalan Tinumbu,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani,

“Barang bukti yang diamankan, yakni satu unit Handphone merk Iphone7 tanpa kartu warna black matte, dan KTP pelaku,” sambung Dicky.

Menurut Dicky, pelaku memposting konten berita bohong yang belum pasti kebenarannya, sehingga membuat keonaran di kalangan masyarakat dengan isi konten “VIDEO NO HOAX Penculikan serta penjualan organ tubuh di pasar gelap, jaga anak kalian baik baik”.

Pelaku satunya, yakni Usman, juga telah ditangkap karena memposting informasi hoax terkait penculikan anak di Batua Raya pada hari Sabtu (13/11/2018). Dalam postingannya di group facebook Makassar Info, pelaku juga menjual organ tubuh seharga Rp 1 miliar.

“Penangkapan Usman di Jalan Borong Jambu Perumnas Antang, dengan barang hukti yan disita hp merek oppo, KTP, dan SIM,” ungkap Kombes Dicky.

Menurutnya, penyebaran informasi hoax ini sangat meresahkan masyarakat karena motif pelaku mengingatkan kepada orang-orang agar selalu menjaga anaknya.

“Makanyanya kita imbau kepada masyarakat agar tidak mudah menshare ke medsos jika mendapat informasi yang belum ada kebemarannya. Disaring dulu, dan kalau bukan instansi berwenang yang mengeluarkan informasi, maka jangan disebar. Kalau pejabat publik yang menyebarkan, itu memang sudah pekerjaannya. Tapi walaupun kita tahu, lebih baik tidak usah menshare, jadi lebih baik hati-hati,” terang Dicky.

Dalam konfernsi pers tersebut, Dicky Sondani didampingi Wadir Krimsus Polda Sulsel AKBP Parojihan Simanjuntak mengungkapkan, bahwa admin atau pengurus Makassar Info bakal ikut ditelusuri dalam kasus penyebaran hoax penculikan anak.

“Pasti akan mengarah kesana nantinya. Sekarang kita masih melakukan mengembangan terlebih dahulu,” tuturnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *