Dinkes Catat 30 Kasus DBD di Sultra

BAUBAU, Investigasi.co – Dinas Kesehatan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga awal Maret 2020 atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang 124 kasus.

“Kasus DBD sampai saat ini 12 kasus pada Januari, 13 kasus Februari, dan 5 kasus ditemukan sampai hari ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Baubau, Marfiah Tahara, di Baubau, Kamis.

Berdasarkan data jumlah kasus tersebut, lanjut dia, tidak ada pasien meninggal dunia.

Baca juga: Empat warga Sulawesi Tenggara meninggal akibat terkena DBD

Ia mengatakan rata-rata pasien DBD didominasi balita dan anak sekolah.

Hal itu, kata dia, karena daya tahan tubuh balita lebih rentan dibandingkan orang dewasa.

Virus yang ditularkan nyamuk, katanya, mudah menjangkiti balita.

“Kemudian kemungkinan balita ini juga belum mampu melakukan perlindungan diri dari gigitan nyamuk. Berbeda dengan kita orang dewasa,” kata dia.

Dia menjelaskan biasanya angka kasus DBD memang meningkat pada awal tahun karena wilayah Indonesia mengalami musim hujan yang memungkinkan semakin banyak perkembangan jentik nyamuk aides aigypti.

“Karena itu dalam upaya pengendalian kasus, kami terus melakukan penyuluhan sekaligus mengimbau warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Misalnya, mengumpulkan dan membersihkan botol-botol minuman yang bisa menjadi sarang nyamuk,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed