Demi Menuntut Ilmu, Bocah SD di Pangkep Jalan Kaki Lewati Gunung ke Sekolah

PANGKEP, investigasi.co – Malas sekolah adalah hal yang sering kali dirasakan. Ini biasanya disebabkan karena hal yang sepele misalnya saja pelajarannya yang susah atau gurunya yang killer. Tetapi kalian tahu nggak sih di sisi lain ada banyak banget yang berjuang mati-matian untuk pergi ke sekolah.

Kesulitan yang dialami mereka adalah jauhnya jarak antara rumah ke sekolah atau juga medan jalan yang susah untuk dilewati. Salah satu contohnya Yusli (8) adalah ada seorang bocah yang rela melewati gunung setiap hari kampung Kajuara Desa Coppo Tompong Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Dan masih banyak lagi perjuangan anak-anak tangguh yang hanya ingin pergi ke sekolah walaupun keadaan tak memungkinkan

Untuk menuju ke sekolahnya, Yusli yang akrab di panggil bocah gunung itu rela berjalan kaki sejauh puluhan kilo untuk sampai di sekolahnya di SD Negeri 46 Wae Tuo. Bukan hanya melewati gunung, Yusli juga harus melewati berbagai rintangan. Seperti melewati hutan dan sungai. Untuk mengantisipasi keterlambatannya di sekolah, Yusli harus bangun pagi-pagi dan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam untuk sampai di sekolahnya.

“Saya bangun pagi-pagi dan harus berjalan kaki melewati gunung-gunung, sungai dan hutan yang memakan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di sekolahnya, jadi saya berangkat ke sekolah di pagi buta pak,”ujar Ysli dengan polos.

Yusli mengaku hanya tinggal bersama neneknya. Pasalnya ibu Yusli sudah meninggal saat Yusli dilahirkan. Sementara bapaknya entak dimana sejak Yusli lahir. Sehingga Yusli mengaku tidak pernah merasakan kasih sayang dari orangtua.

Sementara, Jenni Tandean yang merupakan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia ( UMI ) yang saat ini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN ) di Desa Coppo Tompong Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep merasa sedih terhadap Yusli.

Saat melakukan proses belajar mengajar di SD Negeri 46 Waetou, Jenni mengungkapkan perasaan sedihnya itu. Kata dia, dirinya sedih melihat seorang bocah kecil seperti Yusli yang berjuang melawan segala keterbatasan hidup tapi semangatnya menuntut ilmu tidak pernah pudar. Jenni berharap agar pemerintah Sulsel dan setempat dapat tersentuh hatinya untuk bisa membantu Yusli demi mencapai cita-citanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed